Selisih
Untuk Tim Analis DJPK

Deteksi anomali realisasi APBD lebih awal dari BPK.

Selisih adalah platform analitik bertenaga machine learning yang belajar dari ribuan temuan audit historis. Setiap bulan, sistem mengurutkan realisasi APBD yang paling janggal dari 552 Pemda, menjelaskan mengapa setiap realisasi mencurigakan — supaya tim DJPK fokus pada yang benar-benar perlu diperiksa, bukan sampling acak.

Antrean Realisasi Janggal · Bulan Ini1–3 / 48
RLZ-202604-3273-0042Kota Bandung, Jawa Barat
Belanja Modal — Gedung & Bangunan·serapan 122%lag 75 hariSIKD-RUL-OVR-01
89%
RLZ-202604-3171-0089Provinsi Papua Tengah
Belanja Barang & Jasa·lag 91 hariserapan 118%SIKD-RUL-LAG-02
74%
RLZ-202604-3578-0031Kota Bandung, Jawa Barat
Belanja Pegawai·lag 63 hari
61%

Contoh data sintetis — data SIKD anonim, tidak ada data personal.

552
Pemda pelapor LRA
~6.600
paket LRA per tahun
Rp 1.000T
APBD / tahun
target throughput analis
Masalah

Tim Anda tahu ada anomali di sana. Tapi 552 Pemda tidak bisa diperiksa semuanya.

Triliunan rupiah potensi temuan BPK setiap tahun — bukan karena tim kurang kompeten.

DJPK menerima laporan realisasi APBD dari 552 Pemda setiap bulan. Verifikasi manual atau sampling acak membuat pola yang lebih canggih lolos dari perhatian. Pola janggal tersebar di ribuan baris akun BAS, dan tim analis kelelahan mengejar sampel yang sering bukan yang paling bermasalah.

Hasilnya: potensi temuan BPK yang bisa diantisipasi justru terlewat, rekomendasi perbaikan terlambat, dan beban kerja analis yang tidak manusiawi. Selisih dibangun untuk memperbaiki ketiganya — dalam satu alur kerja yang dipahami analis DJPK, bukan data scientist.

~550 LRA MASUK PER BULANBEBERAPA DIPERIKSA ACAKanomali sisanya tetap tidak terlihat
Dengan Selisih, saya bisa fokus ke Pemda yang benar-benar perlu diperiksa — bukan sampling acak setiap bulan.
— Analis DJPK, Kementerian Keuangan
Solusi

Tim Anda, dengan peta yang lebih jelas.

Prioritas yang jelas

Model machine learning Selisih memilih realisasi APBD paling mendesak setiap bulan — belajar dari pola temuan BPK historis. Tim Anda mulai dari Pemda yang paling bernilai untuk diperiksa.

RLZ-202604-3273-0042Kota Bandung
Belanja Modal — Gedung·serapan 122%SIKD-RUL-OVR-01
89%
RLZ-202604-3100-0055Provinsi DKI Jakarta
Belanja Barang & Jasa·lag 91 hariSIKD-RUL-LAG-02
74%

Alasan yang bisa dikutip

Di balik setiap realisasi: tiga alasan konkret dari analisis AI — pola serapan anggaran, lag pencatatan, tier fiskal Pemda. Siap disalin ke nota dinas tanpa parafrase.

Serapan vs pagu anggaran
+1.23
122,65% dari pagu — rata-rata Pemda setier 84%.
Lag pencatatan realisasi
+0.91
75 hari — lebih lambat dari 91% realisasi sejenis.
Tier fiskal Pemda
+0.45
Tier B — kapasitas fiskal menengah, pola realisasi lebih termonitor.

Aturan SIKD tertanam (Permendagri 90/2019)

Aturan SIKD tertanam sebagai lapisan rule-based yang berjalan berdampingan dengan model AI, mengacu Permendagri 90/2019. Tim Anda bisa menambah atau menyesuaikan aturan tanpa programmer.

  • SIKD-RUL-OVR-01Realisasi > pagu tanpa perubahan APBD
  • SIKD-RUL-DOC-04Realisasi > Rp 200jt tanpa dokumen pendukung
  • SIKD-RUL-LAG-02Lag pencatatan > 60 hari
Cara Kerja

Awal bulan bersama Selisih.

  1. 08:00

    Antrean prioritas sudah menunggu

    Daripada memulai dari Pemda mana saja, tim Anda membuka realisasi APBD paling janggal bulan itu — sudah terurut berdasarkan skor risiko, sudah terlabel per akun BAS.

    Realisasi · RLZ-202604-3273-0042HIGH
    Pemda
    Kota Bandung, Jawa Barat
    Periode LRA
    Apr 2026
    Akun BAS
    5.2.03.01 · Belanja Modal — Gedung & Bangunan
    Kategori
    Belanja Modal (5.2.03)
    Realisasi
    Rp 2.453.000.000
    Pagu anggaran
    Rp 2.000.000.000
    Serapan
    122,65% dari pagu
    Lag pencatatan
    75 hari
  2. 09:15

    Satu klik untuk memahami

    Tiga alasan konkret per realisasi — serapan anggaran vs pagu, lag pencatatan, tier fiskal Pemda — dalam kalimat yang bisa langsung dikutip ke nota dinas.

    Pola yang diperiksaTemuan
    Serapan vs pagu anggaran122,65% (rata-rata 84%)
    Lag pencatatan realisasi75 hari — persentil ke-91
    Tier fiskal PemdaTier B — menengah
    Frekuensi koreksi LRA
    Dokumen pendukungTidak dilampirkan
  3. 11:30

    Keputusan Anda yang memandu sistem

    Konfirmasi janggal, tolak, atau eskalasi ke tim BPK — plus catatan singkat. Setiap keputusan memperkuat model untuk bulan depan.

    supervised0.82
    anomaly0.71
    rule boost+0.20
    87%
    HIGH
  4. 15:00

    Draf nota dinas sudah siap

    Nota dinas lengkap dengan bukti serapan dan kutipan aturan SIKD — analis tinggal meninjau dan menandatangani.

    Keputusan auditor ditulis ke tabel anotasi · model retrain mingguan menggunakan label ini · versi model tersimpan untuk audit trail 5 tahun.

Alur kerja yang dulu menghabiskan minggu penuh kini selesai dalam beberapa jam — dengan jejak audit lengkap untuk setiap keputusan.

Lapisan Kopilot · Opsional

AI sebagai pendamping, bukan pengambil keputusan.

Di inti Selisih: machine learning klasik yang sudah matang di ribuan riset — deterministik, bisa diaudit, berjalan tanpa koneksi internet. Di atasnya: lima fitur AI kopilot opsional (generative AI untuk narasi, RAG untuk regulasi, NLP untuk query) yang membantu tim bekerja lebih cepat. Kopilot bisa dimatikan kapan saja; sistem inti tetap jalan. Keputusan akhir selalu di tangan analis DJPK.

  • C1

    Tanya dengan bahasa biasa

    'Realisasi dari Pemda X dengan anomali serapan tinggi di Q3' — antrean langsung terfilter. Tidak perlu belajar query bahasa khusus.

  • C2

    Narasi otomatis

    Tiga alasan teknis dirangkum menjadi satu paragraf Bahasa Indonesia — siap dikirim ke Pemda atau supervisor sebagai catatan temuan.

  • C3

    Pemeriksa kesesuaian

    Membandingkan kode akun BAS realisasi dengan klasifikasi anggaran — membantu analis melihat potensi salah saji yang sering terlewat.

  • C4

    Asisten peraturan

    'Apa syarat realisasi melewati pagu?' — jawaban singkat dengan kutipan Permendagri 90/2019 dan UU 1/2022 HKPD yang sah.

  • C5

    Draf nota dinas otomatis

    Sistem menyiapkan nota dinas; analis menyetujui. Semua bukti serapan dan kutipan aturan SIKD sudah melekat otomatis.

AI hanya membantu menjelaskan dan menyusun. Yang memberi skor dan mengambil keputusan tetap tim Anda.